Bagi para pembaca mungkin
"Okupasi Terapi" terdengar sangat asing, oleh karena itu saya sebagai
mahasiswa okupasi terapi ingin memberikan beberapa penjelasan mengenai okupasi
terapi dengan menggunakan bahasa yang lebih ringan sehingga para pembaca lebih
mudah untuk memahami.
Disini saya akan membahas beberapa
pertanyaan yang sering mahasiswa okupasi terapis jumpai.
『 Apa Itu OKUPASI
TERAPI ? 』
Okupasi Terapi atau yang lebih dikenal
dengan sebutan OT adalah bentuk layanan kesehatan untuk menyembuhkan penyakit
mental/fisik dengan suatu aktivitas sehingga klien dapat kembali mandiri.
Sedangkan okupasi terapis adalah seseorang yang melakukan okupasi terapi. Di
dalam okupasi terapi ada 3 area yang diperhatikan, yaitu area ADL (Activity
of Daily Living) tentang kegiatan pada kehidupan sehari-hari, area
produktifitas tentang pekerjaan dan area Leisure tentang pemanfaatan
waktu luang. Ketika okupasi terapis pertama kali bertemu dengan klien maka ia
akan melihat pada ketiga area tersebut.
Mungkin beberapa dari pembaca masih
bingung dengan penjelasan di atas. Saya akan memberikan contoh. Misalnya, ada
seseorang terkena penyakit stroke yang menyebabkan kekakuan pada tangan
kanannya, tetapi ia memiliki keinginan untuk bisa menulis lagi seperti dulu.
Maka tugas okupasi terapis adalah membantu klien agar mencapai tujuannya dengan
memberikan terapi berupa "aktivitas". Aktivitas yang dimaksud
contohnya seperti memindahkan jepitan jemuran lalu menjepitkannya pada balok
tipis atau tali, yang difokuskan pada aktivitas ini adalah gerakan menekan
jepitan (pinch) yang berguna untuk memegang pensil ketika menulis.
Lanjut ke pertanyaan selanjutnya,
『 Apa Bedanya OKUPASI TERAPI
dengan Fisioterapi ? 』
Masyarakat lebih kenal dengan
Fisioterapi sehingga tidak tahu apa bedanya dengan Okupasi Terapi, malah ada
beberapa orang yang menganggap keduanya sama aja. Jadi di sini saya akan
menjelaskan apa.bedanya okupasi terapi dengan fisioterapi.
Keduanya sama-sama bertujuan untuk
meningkatkan kualitas hidup seseorang, namun memiliki cara yang berbeda.
Fisioterapi lebih menekankan pada penanganan untuk mengurangi nyeri, memperluas
lingkup gerak sendi, ketahanan dan fungsi motorik kasar. Sementara okupasi
terapi lebih ke arah motorik halus , kemampuan persepsi—visual, kemampuan
kognitif dan gangguan sensory—prosessing. Jadi
fisioterapi lebih mengarah ke persiapan fisik seseorang, sedangkan okupasi
terapi lebih berfokus pada aktivitas fungsional yang dilakukannya.
Nah dengan penjelasan tadi semoga para pembaca bisa lebih memahami lagi tentang Okupasi Terapi. Jangan takut untuk belajar hal baru! Salam sukses~!

Komentar
Posting Komentar