Langsung ke konten utama

°•. °•. °•. Mengenal OKUPASI TERAPI .•° .•° .•°


Bagi para pembaca mungkin "Okupasi Terapi" terdengar sangat asing, oleh karena itu saya sebagai mahasiswa okupasi terapi ingin memberikan beberapa penjelasan mengenai okupasi terapi dengan menggunakan bahasa yang lebih ringan sehingga para pembaca lebih mudah untuk memahami.
Disini saya akan membahas beberapa pertanyaan yang sering mahasiswa okupasi terapis jumpai. 


 Apa Itu OKUPASI TERAPI ? 
Okupasi Terapi atau yang lebih dikenal dengan sebutan OT adalah bentuk layanan kesehatan untuk menyembuhkan penyakit mental/fisik dengan suatu aktivitas sehingga klien dapat kembali mandiri. Sedangkan okupasi terapis adalah seseorang yang melakukan okupasi terapi. Di dalam okupasi terapi ada 3 area yang diperhatikan, yaitu area ADL (Activity of Daily Living) tentang kegiatan pada kehidupan sehari-hari, area produktifitas tentang pekerjaan dan area Leisure tentang pemanfaatan waktu luang. Ketika okupasi terapis pertama kali bertemu dengan klien maka ia akan melihat pada ketiga area tersebut.

Mungkin beberapa dari pembaca masih bingung dengan penjelasan di atas. Saya akan memberikan contoh. Misalnya, ada seseorang terkena penyakit stroke yang menyebabkan kekakuan pada tangan kanannya, tetapi ia memiliki keinginan untuk bisa menulis lagi seperti dulu. Maka tugas okupasi terapis adalah membantu klien agar mencapai tujuannya dengan memberikan terapi berupa "aktivitas". Aktivitas yang dimaksud contohnya seperti memindahkan jepitan jemuran lalu menjepitkannya pada balok tipis atau tali, yang difokuskan pada aktivitas ini adalah gerakan menekan jepitan (pinch) yang berguna untuk memegang pensil ketika menulis.


Lanjut ke pertanyaan selanjutnya,
 Apa Bedanya OKUPASI TERAPI dengan Fisioterapi ? 
Masyarakat lebih kenal dengan Fisioterapi sehingga tidak tahu apa bedanya dengan Okupasi Terapi, malah ada beberapa orang yang menganggap keduanya sama aja. Jadi di sini saya akan menjelaskan apa.bedanya okupasi terapi dengan fisioterapi.
Keduanya sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang, namun memiliki cara yang berbeda. Fisioterapi lebih menekankan pada penanganan untuk mengurangi nyeri, memperluas lingkup gerak sendi, ketahanan dan fungsi motorik kasar. Sementara okupasi terapi lebih ke arah motorik halus , kemampuan persepsi—visual, kemampuan kognitif dan gangguan sensoryprosessing. Jadi fisioterapi lebih mengarah ke persiapan fisik seseorang, sedangkan okupasi terapi lebih berfokus pada aktivitas fungsional yang dilakukannya.


Nah dengan penjelasan tadi semoga para pembaca bisa lebih memahami lagi tentang Okupasi Terapi. Jangan takut untuk belajar hal baru! Salam sukses~! 


Komentar